
Lima Mahasiswa PAI Unugiri Borong Medali Kejurcab II Silat Bojonegoro
28/07/2026pai.unugiri.ac.id, BOJONEGORO – Setelah deretan atlet putra sukses membawakan piala, kesuksesan Program Studi Pendidikan Agama Islam Unugiri di Kejurcab II Pencak Silat Pagar Nusa Bojonegoro semakin lengkap lewat aksi dua srikandinya. Ismi Imamatuz Zulfa, semester 4; dan Ida Ariska, semester 4; berhasil merebut Juara 1 sekaligus menyabet medali emas pada kategori seni baku berpasangan putri.
Berbeda dengan kategori tanding yang mengandalkan kontak fisik dan strategi menyerang, kategori seni baku berpasangan menuntut ketelitian tingkat tinggi. Di atas matras Graha K.H. Abdullah Ma’sum Jauhari, pasangan ini dinilai dari segi kerapian teknik, ketepatan tempo, kekuatan (power), kecepatan (speed), hingga kekompakan gerakan secara keseluruhan.
Melalui wawancara via WhatsApp, Ida Ariska mengungkapkan bahwa kunci sukses mereka terletak pada intensitas latihan dan komunikasi yang terbangun selama 1 hingga 2 bulan persiapan khusus.
“Latihan itu bukan hanya soal fisik, tetapi juga membangun kepercayaan dan komunikasi supaya saat tampil bisa benar-benar kompak. Kami rutin latihan pagi, sore, bahkan terkadang sampai malam untuk menyamakan tempo gerakan dan mengevaluasi teknik,” ungkap Ida.
Perjalanan menuju panggung juara, tak lepas dari kerikil tajam. Kesibukan jadwal yang berbeda menjadi tantangan tersendiri. Bagi Ismi Imamatuz Zulfa, mengendalikan konsistensi diri dan motivasi adalah ujian yang cukup berat selama masa persiapan.
“Yang sulit itu menjaga semangat, karena semangat itu ada kalanya naik dan turun. Jadi kita harus tetap bisa mengendalikan diri untuk konsisten latihan setiap hari di kampus demi mengolah fisik dan mematangkan jurus baku,” jelas Ismi.
BACA JUGA: Lima Mahasiswa PAI Unugiri Borong Medali Kejurcab II Silat Bojonegoro
Ia juga menambah, rasa nervous dan tekanan sebelum tampil sempat ada. Namun, dengan rasa percaya pada proses latihan dan saling yakin satu sama lain, membuat mereka tampil tenang dan berhasil menyisihkan puluhan peserta lainnya di kategori tersebut.
Atas capaian emas ini, rasa syukur mendalam disampaikan keduanya. Keduanya sepakat bahwa medali emas ini merupakan langkah awal untuk terus berproses ke jenjang yang lebih tinggi, sekaligus bukti nyata dari buah kerja keras, doa orang tua, dukungan pelatih, serta kampus.
Menutup sesi wawancara, Ismi dan Ida kompak memberikan pesan pembakar semangat untuk seluruh teman mahasiswa PAI Unugiri agar tidak ragu keluar dari zona nyaman.
“Jangan takut untuk mencoba hal baru dan membatasi diri dengan pikiran ‘saya tidak bisa’. Kuliah bukan hanya soal nilai di kelas, tapi juga memperkaya pengalaman. Untuk teman mahasiswa PAI, ayo berprestasi di bidang masing-masing dan lampaui batas maksimalmu!” tutup mereka penuh semangat.
Reporter: Dwi Kartika Putri
Layout Foto: M. Chanif C
Editor: UR




