pai.unugiri.ac.id, BOJONEGORO – Menyusul rangkaian kegiatan sosial yang dimulai awal Maret, HMP bersama Prodi Pendidikan Agama Islam Unugiri, meneruskan kegiatan rangkaian “Berbagi Takjil dan Sosialisasi PMB” beberapa titik di Bojonegoro sebanyak 300 paket.
Meski rencana berbagi takjil tahap dua dijadwalkan Sabtu (14/3/26) mundur ke Senin (16/3/26), namun semangat mahasiswa tidak surut untuk menyimak kajian mendalam dari Dr. Su’udin Aziz selaku Kaprodi PAI.
Ustaz Udin, memberi paparan dua sudut pandang manusia dalam memaknai bulan suci. Pertama, Ramadan sebagai “madrasah” atau sekolah kehidupan. Artinya, umat Islam dilatih untuk belajar merasakan lapar, menumbuhkan jiwa legowo, hingga menjaga etos kerja meski dalam kondisi berpuasa.
Perihal mata pelajarannya kata Ustaz Udin, meliputi kejujuran, keikhlasan, dan kesabaran, dengan harapan setelah Idulfitri nanti, setiap individu lulus sebagai pribadi yang jauh lebih berkualitas.
BACA JUGA: Perkuat Penerimaan Mahasiswa Baru, Tim Jurnalis PAI Lakukan Evaluasi dan Koordinasi Strategi Konten
Kemudian kedua, melihat Ramadan sebagai “penjara”. Orang dengan pandangan ini merasa terkekang oleh berbagai larangan. Sehingga kala lebaran tiba, mereka merasa seperti narapidana yang baru bebas dan kembali melakukan hal-hal buruk tanpa kendali.
“Jadi, kala puasa tergantung bagaimana kita memaknainya, jika penjara akan membuat kita patuh sementara, sedangkan mandrasah akan menjadikan kita patuh untuk selamanya. Sehingga, hakikatnya semua ibadah yang kita lakukan kembalinya adalah untuk kebaikan diri kita sendiri,” paparnya secara berapi-api.
Sebagai penutup ceramah, Ustaz Udin juga memberi poin penting perihal menjaga lisan di era digital. Beliau mencontohkan, sering kali manusia terlalu sibuk menjaga apa yang masuk ke mulut (makanan), namun lalai menjaga apa yang keluar dari mulut (ucapan). Padahal, bila salah makan, yang sakit hanyalah perut sendiri. Tetapi jika salah bicara, yang terluka adalah hati orang lain.
“Jari-jemari kita dalam merespons berbagai postingan di media sosial, agar tetap menjaga adab dan etika,” pintanya.
Reporter: Dwi Kartika Putri
Layout Foto: M. Chanif C
Editor: Putri DY

