
Welcome Mahasiswa Baru PAI
22/08/2025pai.unugiri.ac.id, BOJONEGORO-Memutuskan untuk merantau ribuan kilometer dari kampung halaman, tentu bukan hal yang mudah. Namun, hal itu justru menjadi pilihan hidup May Sarah, mahasiswi baru Program Studi Pendidikan Agama Islam (Prodi PAI) Fakultas Tarbiyah Unugiri, yang berasal dari Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Anak pertama dari empat bersaudara ini, kini memulai babak baru pendidikannya di tanah Jawa (Timur-red). May Sarah menempuh pendidikan sebelumnya di MA Al-Fatah. Ia mengaku tertarik melanjutkan studi di Unugiri –khususnya di Prodi PAI, karena citra kampusnya yang religius serta suasana kekeluargaan yang begitu terasa.
“Saya ingin menambah pengalaman baru dengan merantau ke Jawa dan memperluas relasi,” ungkapnya.
Tantangan dan Adaptasi Budaya
Perjalanan panjang dari Kalimantan menuju Bojonegoro tentu tidak mudah. Jarak yang jauh dan waktu tempuh yang lama menjadi tantangan tersendiri.
Meski begitu, tekadnya untuk mendalami ilmu agama dan mewujudkan cita-citanya menjadi seorang guru (PAI-red) membuat semua rintangan terasa lebih ringan. Untuk menunjang studinya, ia kini tinggal bersama tantenya di Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro.
Sebagai perantau, May panggilan akrab May Sarah, juga menghadapi ragam budaya. Ia mengatakan, bahwa masyarakat di Kalimantan berciri khas adat Dayak dan Melayu yang sudah seperti keluarga, tidak membedakan suku. Sementara masyarakat di Jawa halus dalam tutur kata sama dengan Kalimantan.
“Saya sempat kesulitan memahami logat teman-teman baru. Kalau ada tugas, saya sampai japri kakak LO supaya lebih paham,” tuturnya sambil tersenyum kepada Jurnalis Prodi PAI di sela-sela PKKMB, Kamis (28/08/25).
Motivasi Jadi Pendidik
Pengalaman hidup di pesantren serta kekagumannya terhadap tokoh pendidikan Islam, menjadi dorongan utama bagi May Sarah memilih Prodi PAI Unugiri.
“Saya ingin mendalami ilmu agama sekaligus menyalurkannya lewat pendidikan,” ujarnya penuh semangat.
Meski awalnya ada rasa deg-degan, May Sarah merasa diterima dengan hangat di lingkungan kampus. Ia juga bertekad tidak hanya fokus pada perkuliahan, tetapi juga aktif mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan organisasi mahasiswa.
Menutup kisahnya, May Sarah menyampaikan pesan khusus bagi calon mahasiswa dari luar Jawa yang ingin melanjutkan studi di Unugiri, bila suasana kekeluargaan nyata.
“Lingkungannya religius tapi tetap terbuka, sehingga semua punya kesempatan yang sama untuk berkembang,” pesannya.
Reporter: Dwi Kartika P
Layout Foto: A. Wahid
Editor: Putri Dharma Yanti