pai.unugiri.ac.id,BOJONEGORO-Kaprodi PAI Fakultas Tarbiyah Unugiri, Su’udin Aziz, resmi meraih gelar doktor setelah menyelesaikan studi di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Promosi doktor yang digelar Selasa (25/11/24), dengan judul disertasi “Manajemen Mutu dalam Membangun Citra Lembaga Pendidikan Islam: Studi Multikasus di MAN 1 Bojonegoro dan MAS Abu Darrin Bojonegoro” berlangsung di Auditorium Pascasarjana Lt. 5.
Kala diwawancarai Jurnalis Prodi PAI, Su’udin sapaan akrab Su’udin Aziz menceritakan perjalanan panjangnya menuju gelar doktor adalah kebutuhan. “Awalnya, saya melanjutkan studi karena diutus oleh guru-guru saya. Setelah satu semester, saya baru sadar bahwa studi lanjut ini adalah kebutuhan, bukan sekadar tanggung jawab,” ungkapnya.
Menurut Su’udin, judul disertasi yang diambilnya, lahir dari kegelisahannya terhadap kondisi lembaga pendidikan Islam (LPI) yang hanya dijadikan alternatif memilih sekolah. “Saat ini, LPI sering kali dianggap sebagai alternatif, bukan yang utama. Padahal, banyak sekolah yang melakukan branding dengan label agama atau Islam, tapi tetap kalah saing dengan lembaga umum,” paparnya.
Perjalanan Su’udin menuju gelar doktor tidaklah mudah. Selain menjalani studi, ia juga harus menjalankan tugas tambahan sebagai Kaprodi di Unugiri. “Saya mulai program doktoral pada 2021, dan di tahun itu pula saya mendapat tugas tambahan untuk melayani prodi. Banyak hal yang tidak bisa dikerjakan sekaligus, sehingga saya harus membuat skala prioritas. Akibatnya, waktu tempuh S3 saya menjadi tujuh semester,” jelasnya.
Namun, Su’udin memiliki prinsip hidup yang selalu ia pegang bila tugas harus selesai. “Semua pasti berlalu. Saya tanamkan itu dalam diri, lalu saya kerjakan tugas-tugas saya dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bila kehidupan yang dijalani harus lebih baik. “Hari ini harus lebih baik dari kemarin. Itu capaian yang harus kita syukuri dan istikamahkan,” imbuhnya.
BACA JUGA: Bangga! Mahasiswa PAI Cetak Sejarah Pertama Jadi Presiden BEM Unugiri
Disertasinya, kata Su’udin, memberikan sumbangsih baik secara teoritis maupun praktis dalam bidang manajemen pendidikan Islam. “Hasil penelitian ini akan memberi corak baru, khususnya di bidang manajemen pendidikan Islam,” tuturnya. Ia juga berterima kasih kepada istri, tim peneliti, serta tim Prodi PAI yang telah banyak membantu menyelesaikan tugas-tugas selama studi.
Sebagai dosen, Su’udin merasa bertanggung jawab untuk terus menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi. Ia juga menyadari pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Prodi PAI. “Ilmu manajemen ini tentu sangat saya butuhkan untuk menjadi leader di prodi. Selain itu, ketercapaian SDM dosen juga menjadi salah satu kriteria akreditasi program studi,” katanya.
Di akhir wawancara, Su’udin menyampaikan pesan kepada mahasiswa dan sejawatnya untuk segera menyelesaikan tanggung jawab dan tidak berhenti belajar. “Bangun dan selesaikan tugas kalian. Jadilah sarjana yang berarti sirojuna atau pelita bagi kita. Jangan pernah berhenti belajar,” pesannya penuh semangat.
Reporter: Putri Dharma Yanti
Layout Foto: A Wahid
Editor: Usman Roin